fbpx
4 Jenis Waterproofing: Wajib Kamu Ketahui untuk Cegah Atap Bocor dan Dinding Rembes
Lima Jenis Waterproofing Cegah Bocor dan Rembes (cesar couto/unsplash)

4 Jenis Waterproofing: Wajib Kamu Ketahui untuk Cegah Atap Bocor dan Dinding Rembes

Simak empat jenis waterproofing yang wajib kamu ketahui untuk cegah atap bocor dan dinding rembes.

Musim hujan belum usai di bulan Januari ini, lebih baik cegah kebocoran dan rembes bangunan dengan waterproofing.

Pengertian waterproofing sendiri yakni sebuah elemen untuk menangkal air alias kedap air.

Langsung saja menuju pada empat jenis waterproofing untuk cega bocor dan rembes:

1. Waterproofing Coating atau Lapisan Cat

Jenis waterproofing coating ini adalah yang paling umum dan sering ditemui di pasaran.

Pengaplikasian waterproofing coating ini cenderung mudah, layaknya seperti mengecat pada berbagai bidang permukaan.

Alat yang digunakan saat pengaplikasian yakni roller, raskam, maupun kuas.

Adapun berdasarkan bahan, terdapat varian waterproofing coating.

Waterproofing coating berbahan semen terdiri dari dua komponen, dan bersifat rapuh.

Waterproofing coating berbahan bitumem atau aspal, setelahnya harus dilapis dengan aci atau semen.

Waterproofing coating berbahan acrylic berupa cairan kental dan proses aplikasinya dicampurkan air.

Waterproofing coating berbahan elstomeric (Polymer maupun Polyurethane) yakni berupa cairan solvent, dan pengaplikasiannya dicampurkan thinner.

Waterproofing coating berbahan silicone berupa cairan kental, namun tidak perlu dicampurkan apapun saat aplikasi.

2. Waterproofing Membran

Waterproofing membran berbentuk rol atau gulungan.

Rol tersebut dilekatkan secara merata menjadi lembaran.

Dalam satu bidang dak bangunan, diperlukan sejumlah rol membran untuk pengaplikasian waterproofing.

Ada dua bahan waterproofing membran yang tersedia, yakni fiber dan polyester.

Selain itu pula ada metode pengaplikasian waterproofing membran.

Metode pembakaran atau torching yakni membakar lapisan adhesive waterproofing membran.

Sedangkan metode cold applied membrane, tidak perlu dibakar karena memiliki self adhesive yang bisa langsung menempel pad permukaan.

Pengaplikasian waterproofing membran diperlukan tenaga ahli, karena tingkat akurasi yang tinggi dan tidak boleh salah.

3. Waterproofing Integral

Waterproofing integral sudah menjadi satu dengan bahan beton dalam proses cetakan pada bangunan.

Aplikasi waterproofing integral biasanya untuk pembuatan dak atap, basement, bak air, ataupun kolam renang.

Ada dua jenis waterproofing integral. Jenis pertama yakni Crystalline yang membentuk kristal untuk memperkecil pori dan kaliper, sehingga mampu cegah korosi maupun aliran air.

Sedangkan jenis keuda yakni Plasticiser yang mampu membuat beton menjadi lebih encer namun tetap padat, sehingga pada saat aplikasi tidak perlu dicampur dengan air.

4. Waterstop

Posisi waterstop berada dalam cor beton guna melindungi sambungan beton dari resapan air melalui sebuah celah.

Bentuk waterstop adalah memanjang dan penempatan yang bersifat fleksibel.

Ada dua jenis waterstop berdasarkan bahan, yakni waterstop PVC serta swellable waterstop berbahan karet.

Waterstop PVC memiliki kekuatan besar untuk menahan air, sedangkan swellable waterstop bersifat mengembang sehingga menutup celah.

Itulah empat jenis waterproofing yang wajib kamu ketahui untuk cegah atap bocor dan dinding rembes.

Leave a Reply

1
Ask IKA's Sales Team Now
Powered by