Mengenal Fungsi dan Jenis Firestop pada Bangunan

Mengenal Fungsi dan Jenis Firestop pada Bangunan

Mengenal apa itu firestop, berdasarkan fungsi dan jenis pada bangunan.

Sebelum menuju fungsi dan jenisnya, perlu dipahami apa yang dimaksud dengan firestop pada bangunan.

Firestop adalah sistem instalasi di dalam bangunan untuk mencegah dan melindungi saat terjadi kebakaran secara meluas.

Aplikasi firestop biasanya ditujukan untuk bangunan komersial yang memiliki resiko kebakaran, seperti gedung perkantoran, pusat belanja dan mal, hotel, serta apartemen.

Struktur dan desain berbagai bangunan tersebut terdapat berbagai utilitas dan sistem jaringan seperti kabel, pipa, serta saluran ventilasi.

Sistem yang rumit itu terpasang baik secara horizontal maupun vertikal, sehingga ada tekanan atau penetrasi melalui dinding dan lantai.

Penyebaran api dengan cepat bisa merambat melalui sambungan antar struktur, elemen, dan area bangunan yang berbeda.

Efek dari api bisa menimbulkan udara panas, asap, dan gas beracun melalui celah ruang dalam bangunan.

Fungsi Firestop

Adapun fungsi firestop sebagai perlindungan kebakaran pasif untuk mencegah penyebaran api, gas, dan asap yang bisa merambat ke berbagai arah.

Selain memenuhi standar keamanan, fungsi firestop juga dapat meningkatkan keselamatan manusia, sekaligus juga memelihara struktur bangunan dan mengurangi kerusakan properti.

Area Aplikasi Firestop

Firestop dapat diaplikasikan pada area dinding, kolom, tiang struktur pabrik, gudang, gedung parkir, serta gedung dengan struktur baja.

Untuk area lubang, aplikasi firestop termasuk lubang penetrasi kabel ruang server, lubang penetrasi kabel ruang genset, serta lubang dan celah perimenter dalam bangunan.

Jenis-jenis Firestop

Untuk jenis firestop, tersedia dalam berbagai bentuk seperti sealant, mortar, dan busa.

1. Firestop Sealant

Firestop berbentuk pasta pengisi celah antar bidang, biasanya berbahan silikon dan intumescent.

Untuk firestop sealant silikon, dapat diaplikasikan pada jendela, pintu, dan sambungan bangunan.

Firestop sealant berbahan intumescent saat terpapar panas, akan mengembang dan membentuk lapisan isolasi, melindungi sambungan atau celah dari suhu tinggi.

Area aplikasi firestop berbahan intumescent yaitu pada sambungan dan celah antara dinding, lantai, serta plafon termasuk material baja.

2. Firestop Elastomeric

Firestop elastomeric adalah produk berbahan dasar latex untuk fasad dan joint dilatasi, dengan aplikasi pada sambungan konstruksi dan perimeter penghalang api.

Produk firestop jenis ini sangat fleksibel untuk mengakomodir sambungan dinamis, dan diaplikasikan dengan semburan melalui alat spray.

3. Firestop Mortar

Firestop mortar adalah produk berbahan semen vermiculate yang dapat diaplikasikan baik pada dinding beton maupun lantai, selain juga pada material mineral wool seperti opening shaft, kabel, shaft pipa, dan shaft campuran.

Produk jenis firestop mortar terbagi dua, yaitu fendolite untuk plikasi pada bidang vertikal permukaan struktur baja, serta mandolite untuk bidang vertikal permukaan struktur beton.

4. Firestop Coating

Firestop coating berupa pasta perekat, diaplikasikan pada mineral wool, cable tray, kabel, pipa, celah atau lubang parameter, dengan menghentikan perambatan api secara vertikal maupun horisontal.

5. Firestop Unicollar
Firestop unicollar mampu mengikat pipa dan kabel pada lubang penetrasi.

6. Firestop Foam
Firestop berbentuk pasta yang mengembang saat aplikasi, fleksibel terhadap daya penetrasi kabel, serta campuran ruang dan celah yang sempit.

7. Firestop Tirai
Produk ini berbentuk tirai yang dapat menutup, baik secara manual, mekanik maupun otomatis saat terdeteksi melalui sensor, dengan aplikasi untuk ruang besar atau aula.

IKA Group menyediakan produk dan instalasi firestop berkualitas tinggi merek SpecSeal® dapat dilihat DISINI.

Itulah fungsi dan jenis firestop pada bangunan.

Leave a Reply