Hindari Silicone Sealant Asam untuk Aplikasi Kaca Cermin

Hindari Silicone Sealant Asam untuk Aplikasi Kaca Cermin

Sangat disarankan untuk hindari silicone sealant asam untuk aplikasi pemasangan kaca cermin.

Penggunaan sealant sebagai perekat seringkali menjadi pandangan awam, apalagi jika menyangkut aplikasi kaca cermin.

Belum lagi jenis dan bahan sealant yang digunakan, apakah berbahan silicone maupun jenisnya apakah asam atau netral.

Hal itulah yang menyebabkan kerancuan akan fungsi utama sealant dalam pemasangan kaca cermin.

Adapun keberadaan kaca cermin juga tergantung pada aplikasi terhadap ruang dan material konstruksinya.

Untuk itu, mari kita ulas tuntas mengapa silicone sealant jenis asam tidak cocok untuk pemasangan pada kaca cermin.

Fungsi dan Jenis Sealant

Seperti yang pernah dibahas dalam artikel sebelumnya, kami tak segan-segan terus mengulangi pemahaman dasar tentang sealant.

Sealant atau ada sebagian menyebutnya sebagai “silen” dan bahkan “silent” fungsi utamanya yakni sebagai penutup celah.

Meski sealant juga berfungsi sebagai perekat atau lem, namun daya rekat sealant tidak sebaik lem atau adhesive khusus.

Selain itu juga perlu diperhatikan, tujuan aplikasi apakah untuk merekatkan, menyambung, ataupun menutup celah antar material bangunan.

Berdasarkan bahan kandungan sealant, terbagi dalam empat jenis yakni silicone sealant, acrylic selaant, polyurethane sealant, serta modified sealant.

Acrylic sealant memiliki daya rekat dan elastisitas rendah, tidak memiliki ketahanan terhadap sinar ultraviolet, serta bisa dicat.

Acryic sealant cocok pada aplikasi interior untuk mengisi celah pada material kayu, beton, marmer, keramik, dinding, pintu, serta jendela.

Polyurethane sealant memiliki daya rekat baik, namun kurang tahan terhadap sinar ultraviolet, sehingga harus dicat.

Polyurethane sealant coock digunakan pada celah parimeter precast beton, GRC, kalsiboard, kusen kayu, serta alumunium terhadap dinding beton.

Modified sealant berbahan dasar MS Polymer dengan teknologi Silyl Terminated Polyether Technology dari Jepang.

Modified sealant memiliki ketahanan terhadap sinar ultraviolet dua kali lipat daripada polyurethane sealant.

Sealant jenis ini juga bisa dicat dan coock untuk aplikasi terhadap ACP (Alumunium Composite Panel), kayu, batu alam, dan beton.

Mengenal Dua Jenis Silicone Sealant

Jenis silicone sealant biasanya paling banyak beredar di pasaran dan mudah diperoleh.

Silicone sealant berbahan dasar silicone polymer, diproduksi dari batu silika dan terbagi dalam dua jenis sifat, yakni netral (neutral) dan asam (acetic).

Silicone sealant netral memiliki karakter elastis atau fleksibel, daya rekat lebih kuat, namun membutuhkan waktu lebih lama untuk kering setelah aplikasi.

Silicone sealant asam menimbulkan bau asam menyengat, namun lebih cepat kering setelah aplikasi.

Sealant asam ini harganya lebih murah daripada sealant netral.

Akibat Aplikasi Silicone Sealant Asam terhadap Kaca Cermin

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa kaca cermin memiliki lapisan khusus.

Jika diperhatikan pada bagian belakang kaca cermin, terdapat lapisan buram berupa silver coating.

Lapisan inilah yang menimbulkan refleksi atau pantulan terhadap objek di depannya.

Sedangkan silicone sealant asam akan melepaskan bahan kimia dan residu korosif lain terhadap objek nya.

Silver coating mengandung senyawa logam, artinya akan menimbulkan reaksi terhadap silicone sealant asam.

Akibatnya, silver coating akan termakan habis dan timbul bercak yang dapat meresap sampai ke permukaan cermin.

Maka disarankan untuk menggunakan silicone sealant netral untuk mencegah hal tersebut.

Meski demikian, perekat terbaik untuk kaca cermin terhadap dinding yakni menggunakan lem khusus atau construction adhesive.

Adapun jika terkendala biaya, maka silicone sealant netral adalah pilihan yang aman.

Itulah mengapa penting untuk hindari silicone sealant asam terhadap aplikasi kaca cermin.

Leave a Reply

×